MASJID ISTIQLAL ( Bangunan kemerdekaan )

www.income-syariah.com/?id=Dekdun

HISTORY

Ide awal pembangunan masjid

  • Pada tahun 1953 beberapa ulama mencetuskan ide untuk mendirikan masjid megah yang akan menjadi kebanggaan warga Jakarta sebagai ibukota dan juga rakyat Indonesia secara keseluruhan.
  • Mereka adalah KH. Wahid Hasyim (Menteri Agama RI pertama) yang melontarkan ide pembangunan masjid itu bersama-sama dengan H. Agus Salim, Anwar Tjokroaminoto dan Ir. Sofwan beserta sekitar 200-an orang tokoh Islam pimpinan KH. Taufiqorrahman.
  • Pada tanggal 7 Desember 1954 didirikan yayasan Masjid Istiqlal yang diketuai oleh H. Tjokroaminoto.
  • Istiqlal = kemerdekaan (bahasa Arab), sebagai simbol dari rasa syukur bangsa Indonesia atas kemerdekaan yang diberikan oleh Allah SWT. Presiden pertama RI Soekarno menyambut baik ide tersebut dan mendukung berdirinya yayasan masjid Istiqlal dan kemudian membentuk Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal (PPMI).
  • 24 agustus 1951 pemancangan batu pertama oleh Ir. Soekarno

Penentuan lokasi

  • Penentuan lokasi masjid sempat menimbulkan perdebatan antara Bung Karno dan Bung Hatta yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden RI.
  • Bung Karno mengusulkan lokasi di atas bekas benteng Belanda Frederick Hendrik dengan Taman Wilhelmina yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Van Den Bosch pada tahun 1834 di antara Jalan Perwira, Jalan Lapangan Banteng, Jalan Katedral dan Jalan Veteran.
  • Sementara Bung Hatta mengusulkan lokasi pembangunan masjid terletak di tengah-tengah umatnya yaitu di Jalan Thamrin yang pada saat itu disekitarnya banyak dikelilingi kampung, selain itu ia juga menganggap pembongkaran benteng Belanda tersebut akan memakan dana yang tidak sedikit.
  • Namun akhirnya Presiden Soekarno tetap memutuskan untuk membangun di lahan bekas benteng Belanda, karena di seberangnya telah berdiri gereja Kathedral dengan tujuan untuk memperlihatkan kerukunan dan keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia.

Sayembara Desain

  • Setelah melalui beberapa kali sidang, di Istana Negara dan Istana Bogor, dewan juri yang terdiri dari Prof.Ir. Rooseno, Ir.H. Djuanda, Prof.Ir. Suwardi, Hamka, H. Abubakar Aceh, dan Oemar Husein Amin.
  • Pada tahun 1955 Panitia Pembangunan Masjid Istiqlal mengadakan sayembara rancangan gambar atau arsitektur masjid Istiqlal yang jurinya diketuai oleh Presiden Soekarno dengan hadiah berupa uang sebesar Rp. 75.000; serta emas murni seberat 75 gram.
  • Sebanyak 27 peserta mengikuti sayembara,
  • namun dari seluruh peserta hanya 5 peserta yang memenuhi syarat:

- F. Silaban dengan rancangannya “Ketuhanan”

- R. Oetoyo dengan rancangannya “Istighfar”

- Hans Groenewegen dengan rancangannya “Salam”

- Mahasiswa ITB (5 orang) rancangannya “Ilham 5”

- Mahasiswa ITB (3 orang) rancangannya “Chatulistiwa”

  • pada 5 Juli 1955, Presiden Soekarno memutuskan desain rancangan dengan judul “Ketuhanan” karya Frederich Silaban dipilih sebagai pemenang.

Arsitek

Frederich Silaban adalah seorang arsitek beragama Kristen kelahiran Bonandolok Sumatera, 16 Desember 1912. Ia adalah salah satu lulusan terbaik dari Academie van Bouwkunst Amsterdam tahun 1950.

selain membuat desain masjid Istiqlal ia juga merancang kompleks Gelanggang Olahraga Senayan.

Untuk menyempurnakan rancangan masjid Istiqlal F. Silaban mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan shalat dan berdoa selama kurang lebih 3 bulan dan selain itu ia juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia.

Awal pembangunan

  • sekitar 1950 hingga akhir tahun 1960-an Taman Wilhelmina di depan Lapangan Banteng dikenal sepi, gelap, kotor dan tak terurus. Tembok-tembok bekas bangunan benteng Frederik Hendrik di taman dipenuhi lumut dan rumput ilalang dimana-mana.
  • tahun 1960, di tempat yang sama, ribuan orang yang berasal dari berbagai kalangan bekerja bakti membersihkan taman tak terurus di bekas benteng penjajah itu.
  • Pada 24 Agustus 1961, menjadi tanggal yang paling bersejarah bagi umat muslimin di Jakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. Untuk pertama kalinya, di bekas taman itu, kota Jakarta memiliki sebuah masjid besar. Sebuah masjid yang merupakan simbol kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.
  • Tanggal yang bertepatan dengan peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW itu, dipilih sebagai momen pemancangan tiang pertama oleh Presiden pertama RI, Ir. Soekarno yang ketika itu langsung bertindak sebagai Kepala Bidang Teknik.

Hambatan selama pembangunan

  • Pembangunan mesjid tersendat-sendat terutama karena berbarengan dengan pembangunan monumen lain seperti Gelora Senayan, Monas, dan berbagai proyek mercusuar lainnya, Hingga pertengahan tahun 1960-an.
  •  Puncaknya ketika meletus G 30 S/PKI tahun 1965-1966, pembangunan Masjid Istiqlal bahkan terhenti total.
  • Barulah ketika Himpunan Seniman Budayawan Islam memperingati miladnya yang ke-20, pembangunannya kembali dipelopori oleh Menteri Agama KH. M. Dahlan.
  • Bangunan utama dapat selesai dalam waktu 6 tahun tepatnya pada tanggal 31 Agustus 1967 sudah dapat digunakan yang ditandai dengan berkumandangnya adzan Maghrib yang pertama.
  • Secara keseluruhan pembangunan masjid Istiqlal diselesaikan dalam kurun waktu 17 tahun. Peresmiannya dilakukan oleh presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978.

 

DESAIN

Langgam


MODERN

 Desainnya tidak mengambil titik tolak sama sekali dari desan-desain bangunan masjid yang pernah ada sebelumnya baik di indonesia maupun dunia.

Konsepnya betul-betul ingin menyesuaikan dengan iklim tropis Indonesia

KETIKA Islam mulai berkembang di Indonesia, khususnya di Jawa, arsitektur Islam diperkenalkan oleh para ‘’wali’’, sebagai orang yang dianggap dekat dengan Tuhan dan diyakini memiliki berbagai kelebihan. Para wali bertugas mengajarkan agama Islam dan sangat menghormati kebudayaan yang berkembang sebelum masuknya agama islam di Indonesia.

Karena itulah para wali sangat dihormati dan disegani, sehingga karya-karya arsitektur Islam saat itu masih memperlihatkan perpaduan budaya lama dan budaya baru dalam arsitektur Islam.

Tetapi memasuki dekade 1960-an, mulai muncul gaya-gaya baru dalam arsitektur masjid di Indonesia. Gaya-gaya arsitektur yang baru tersebut banyak muncul dari kalangan intelektual Islam yang telah mengenyam pendidikan seni rupa dan arsitektur di ITB Bandung yang saat ini pernah dididik oleh guru-guru gambar dan arsitek-arsitek Belanda. Arsitektur masjid dengan gaya baru di Indonesia, mulai muncul saat pembangunan Masjid Istiqlal di Jakarta. Meskipun masjid merupakan karya arsitektur Islam, tetapi ternyata Masjid Istiqlal di Jakarta adalah karya arsitek ternama Indonesia non Muslim. Arsitek Masjid Istiqlal adalah Frederick Silaban, seorang umat Nasrani yang menempuh pendidikan arsitekturnya di ITB Bandung. Meskipun arsitek ini bukan seorang Muslim, namun dapat menghayati fungsi masjid sebagai perwujudan penting umat Islam.

Wujud arsitektur Masjid Istiqal merupakan hasil dari suatu proses sayembara, di masa pemerintahan Presiden Soekarno pada dekade 1960-an. Hasrat membangun kebudayaan bangsa yang telah merdeka, menjadi faktor kuat dalam pembangunan masjid baru. Saat itu Presiden Soekarno menginginkan Indonesia memiliki Masjid Agung dengan arsitektur yang memiliki gaya abadi, penuh kemegahan dan kebesaran, serta memancarkan cahaya kebesaran Tuhan. Masjid Istiqlal diharapkan dapat menampung umat l.k. 20.000 orang, dengan luas bangunan 5000 m2.

Kemegahan dan kebesaran arsitektur ini diwujudkan dalam skala dan struktur bangunan di lingkungan Taman Wijaya Kusuma, di atas bekas tanah benteng pendam di zaman penjajahan Belanda, yang ada di jantung Kota Jakarta. Arsitektur Masjid Istiqlal menyiratkan prinsip-orinsip arsitektur modern, tidak lagi bertitik-tolak dari bentuk-bentuk masjid yang telah ada sebelumnya di Indonesia, maupun yang ada di negara-negara Islam lainnya.

DetaiL

  • Terdapat banyak bukaan
  • Tampilan dengan teritis-teritis yang lebar membuat bagian dalam bangunan terasa sejuk
  • Bangunan menerapkan prinsip minimalis dengan desain yang efektif untuk masjid dengan daya tampung besar

Spesifikasi bangunan

Luasan bangunan ;

Luas tanah          : 12 ha
Luas bangunan  : 7,2 ha
Luas lantai          : 72.000 m2
Luas atap             : 21.000 m2
daya tampung   : 200.000 jamaah

 Dalam pembangunan masjid ini dibutuhkan ;

Semen  : 78.000 zak dari Gresik
Baja       : 337 ton
Marmer                 : 93.000 m2
Keramik               : 11.400 m2
Aspal      : 21.500 m2

 Klasifikasi bagian-bagian masjid :

  • Gedung induk

UKURAN

Tinggi                    : 60 meter, 5 tingkat       (symbol shalat 5 waktu)
Panjang                : 100 meter
Lebar                     : 100 meter
Daya tampung                    : mencapai 61.000 jamaah
Diameter kubah               : 45 m

Seluruh bagian gedung utama dilapisi marmer yang di datangkan langsung dari Tulungagung 36.980 m2.

STRUKTUR GEDUNG INDUK :

  • Pondasi tiang pancang = 2.361 buah
  • Kubah

- diameter = 45 m
– kerangka polyhendra eks jerman barat
– kerangka baja stainless steel     dengan berat 68 ton yang            ditopang              dengan 12 pilar,               dengan diameter 2,6 m dan          tinggi 12 m.
– terdapat penangkal petir terbuat  dari material stainless steel  berbentuk bulan dan bintang,   tinggi tiang 17 m  dengan  diameter 3 m dan berat  2,5 ton

  • Konstruksi bangunan menggunakan beton bertulang

DEKORASI

Secara umum bagian luar bangunan masjid istiqlal bersih dekorasi termasuk gedung induknya
namun demikian masih ada dekorasi2 yang indah  di bagian dalam bangunan terutama dalam bangunan gedung induk
pada kubah bagian dalam terukir kaligrafi surat Al-fatihah, Al-ikhlas dan ayat kursi, yang dilapisi dengan warna emas, di tengah bagian kubah terdapat lampu kristal yang membuat kubah bagian dalam bangunan berkilauan dengan indahnya. sementara di dinding depan bagian dalam ruang utama di gedung utama juga terdapat lafazd ALLAH di sebelah kanan dan lafazd MUHAMMAD di sebelah kiri, dibagian tengahnya terdapat tulisan ayat dalam surat Thaha.

 

  • Gedung pendahulu dan emper samping

 UKURAN

Tinggi                                      : 52 meter,
Panjang x lebar                       : 33 m x 27 m
Jumlah lantai   `                       : 5 tingkat symbol shalat 5   waktu, (di belakang geduNg                                            induk yang diapit 2 sayap teras
Luas lantai                                  : 36.980 m2 dengan dilapisi 17.300 m2
Daya tampung                          : 8000 jamaah
Diameter kubah kecilnya        : 8 m

 FUNGSI

sebagai penghubung langsung ke gedung utama, dan tempat shalat kedua setelah gedung utama

STRUKTUR

  • Pondasi tiang pancang = 1800 buah
  • Kubah

- diameter = 8 m

  • Konstruksi bangunan menggunakan beton bertulang
  • Teras raksasa

 UKURAN

Luas     : 29.800 m2

FUNGSI

Sebagai tempat shalat ketika hari raya Idul fitri dan Idul adha, juga untuk kegiatan lainnya seperti MTQ dan sebagainya, Terletak di sebelah belakang dan kiri bangunan gedung utama, arah poros teras mengarah ke Monas

  • Emper keliling
UKURAN

panjang           : 165 m2
Lebar   : 125 m2
Terdapat 1.800 buah pilar yang menopang bangunan emperannya.

Bedug rakasasa masjid Istiqlal

Terletak di sebelah tenggara emper keliling

Terbuat dari                : -kayu meranti dari kalimantan yang konon berumur 300 tahun

-kulit tempat pukuran bedug terbuat dari kulit  sapi jantan di bagian depan dan kulit sapi betina di bagian belakang

Diameter depan                       : 2 m
Diameter belakang                 : 1,71 m
Panjang                                       : 3 m
Berat                                            : 2,3 ton
Material lain                             : 90 paku (dari kayu sonokeling dengan 60  hari pembuatan jepara jawa tengah

Pada bagian Jagrag keseluruhan ada 27 buah kaligrafi ukiran SuryaSangkala (tahun matahari) yang merupakan pengaruh kebudayaan Hindu

Jagrag = 3,8 m

ornament ukiran menyerupai naga yang merupakan pengaruh Budha.

  • Menara

UKURAN

Tinggi              : 6666 cm = 66,66 m
Diameter         : 5 m

Terdapat 1.800 buah pilar yang menopang bangunan emperannya
Bentuk menara berlubang-lubang terbuat dari kerangka baja tipis

KONSTRUKSI KESELURUHAN

1. Tiang pancang seluruhnya 5.138 tiang, termasuk 180 tiang pada gedung pendahuluan.
2. Seluruh Bangunan, konstruksi Beton Bertulang.
3. Lantai dan dinding baik dalam maupun luar seluruhnya dilapisi Marmer, kecuali lantai teras raksasa.
4. Plafond seluruhnya yaitu balkon,  borde tangga, jendela, terawang, lisplank, kusen, dan tempat wudlu seluruhnya terbuat dari stainless steel, seberat 377 ton.
5. Kubah bebrbentuk setengah bola dengan fasilitas:
a. Kerangk polyhendra eks Jerman Barat
b. Konstruksi Beton bertulang garis tengah 45 meter
c. Ditunjang 12 Tiang kolom bergaris tengah 2,5 meter, dihubungkan dengan  beton ring berukuran 2,45 meter
d. Dipuncak Kubah dipasang lambang bulan Bintang terbuat dari stainlees steel tinggi tiang 17 meter,. Bergaris tengah 3 meter, berat seluruhya 2,5 ton.
e. Kubah kecil diatas gedung pendahuluan bergaris tengah 8 meter
f. Menara, letaknya disebelah timur dengan ketinggian 66,66 meter (melambangkan jumlah ayat alquran. Puncak menara dengan ketinggian 30 meter dan berat 28 ton terletak diatas tempat azan

Pada tahun 1961 diadakan penanaman tiang pancang pertama pembangunan masjid Istiqlal. 17 tahun kemudian bangunan masjid selesai dibangun, dan penggunaannya dilakukan sejak tanggal 22 Februari 1978. Pembangunan majid ini didanai dengan APBN sebanyak 7.000.000.000 dan 12.000.000 US. Luas tanah areal masjid Istoqlal ialah 9.3 hektar. Lokasi pembangunan gedung ialah seluas 2,5 hektar terdiri dari; gedung Induk/Utama dan balkon bertingkat lima luasnya 1 hektar, bangunan teras 1,5 hektar, Areal parkir luasnya 3,35 Hektar, Pertamaan dan air mancur seluas 3,47 hektar.

Konstruksi Bangunan:

1. Tiang pancang seluruhnya 5.138 tiang, termasuk 180 tiang pada gedung pendahuluan.
2. Seluruh Bangunan, konstruksi Beton Bertulang.
3. Lantai dan dinding baik dalam maupun luar seluruhnya terbuat dari Marmer, kecuali lantai teras raksasa.
4. Plafond seluruhnya yaitu balkon, borde tangga, jendela, terawang, lisplank, kusen, dan tempat wudlu seluruhnya terbuat dari stainles steel, seberat 377 ton.
5. Kubah bebrbentuk setengah bola dengan fasilitas:
a. Kerangk polyhendra eks Jerman Barat
b. Konstruksi Beton bertulang garis tengah 45 meter
c. Ditunjang 12 Tiang kolom bergaris tengah 2,5 meter, dihubungkan denga beton ring berukuran 2,45 meter
d. Dipuncak Kubah dipasang lambang bulan Bintang terbuat dari stainlees steel tinggi tiang 17 meter,. Bergaris tengah 3 meter, berat seluruhya 2,5 ton.
e. Kubah kecil diatas gedung pendahuluan bergaris tengah 8 meter
f. Menara, letaknya disebelah timur dengan ketinggian 66,66 meter (melambangkan jumlah ayat alquran. Puncak menara dengan ketinggian 30 meter dan berat 28 ton terletak diatas tempat azan.

Bagian Gedung/Bangunan Masjid Istiqlal:

1. Gedung Induk/ Utama da Balkon bertingkat lima adalah tempat sholat
2. Gedung pendahuluan
3. Gedung penghubug
4. Teras raksasa di lantai dua, luasnya 19.800 m2.
5. Koridor di lantai dua
6. Lantai dasar tempat perkantoran, seluas 25.000 m2
7. Pintu gerbang masuk areal masjid Istiqlal, terdiri dari;
– Sebelah Selatan : 3 buah
– Sebelah Timur : 1 buah
– Sebelah Utara : 3 buah

Pintu Masuk masjid Istiqlal

- Sebelah barat: Pintu Al-malik (Pintu VIP) No 26
– Sebelah selatan: Pintu Ar-Rahman (no. 31), Pintu Ar Rozak (no. 14), Pintu Al Ghafar (no. 19)

Tangga masuk gerbang Utama

- Jumlah tangga menuju lantai utama sebanyak 11 buah, tiga diantaranya berukuran besar, berfungsi sebagai tangga utama.
– Tiga buah tagga berukuran besar berukuran lebar 15 m
– Delapan buah tangga berukuran lebar 3n
– Lift khusus penyandang cacat

Bangunan Penunjang Lainnya

1. Gedung tempat pemotongan hewan Qurban, sebelah Timur masjid seluas 144 m2
2. Gedung jaga satpam dan Wartel sebelah utara masjid seluas 50 m2.
3. Pos jaga satpam, disebelah Timur dan Selatan masjid

Sarana dan Prasarana masjid Istiqlal

Sarana penunjang kebersiahan

- Tempat wudlu ada 600 kran, dapat melayani 600 jamaah secara bersamaan
– Kamar mandi dan WC tertutup rapat sebanyak 52 Kamar terdiri atas; Emper Barat dekat menara 12 kamar, Emper Selatan 12 kamar, Emper Timur 28 Kamar
– Lokasi Urinoir ada dua tempat yang dapat menampung kurang lebih 80 Orang
– Sumur Artetis ada tiga buah untuk penyediaan air bersih, berkapasitas 600 liter permenit
– Air Pam untuk penyediaan air bersih, berkapasitas 0,117 m3 permenit atau perbulan berkapasitas5,065 M3.

Sarana penerangan

- Sarana penerangan listrik bekerjasama dengan PLN, dilengkapi 1 gardu berkapasitas 1.730 KVA. Untuk menagglangi pemadaman arus listrik dari PLN disediakan 3 buah generator: 2 buah berkekuatan 100 KVA, dan 1 buah berkekuatan 500 KVA.

1. Daya yang terpakai rata-rata 151,32 KVA = 151.320 Watt
2. AC central 330 unit dengan kapasitas 10.110 KVA
3. Lampu TL sebanyak 5.325 Unit = 213 KVA/213.000 Watt

Sarana Penunjang Kemanan

- Metal detektor untuk ceking benda terlarang di dalam badan dan juga barang bawaan.
– Miror detektor untuk ceking benda terlarang didalam mobil
– Security door khusus untuk ceking benda terlarang yang mungkin ada pada badan/ pakaian seseorang
– HT yang digunakan untuk komunikasi petugas satpam.

Daya Tampung Masjid

Untuk shalat berjamaah seluruhnya dapat menampung 200.000 jamaah dengan rincian;

- Gedung Induk/Utama : 61.000 jamaah
– Gedung Pendahuluan : 8.000 jamaah
– Teras raksasa : 50.000 jamaah
– Koridor dan tempat ainya : 81.000 jamaah

Daya tampung pelataran parkir, dapat menampung 800 kendaraan.

Perkantoran, Ruag sidang, Ruang tunggu, Ruang Pelaksana teknis lainnya menempati lantaidasar seluas 25.000 M2.

1. Kantor badan pelaksana pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI)
2. Lembaga kegamaan yang berkantor di masjid istiqlal;
– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat
– Dewan masjid Indonesia (DMI) pusat
– Dewan penseht pembinaan dan pelestarian perkawinan Pusat (BP4) Pusat
– Badan komunikasi pemuda remaja masjid Indonesia (BKPRMI)
– Lembaga pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) tingkat nasional
– Pusat perpustakan Islam Indonesia (PPII)
– Terjemah Alquran selama 40 jam
– Badan pembina Rohani islam (BABINROHIS)
– Himpunan Seni dan Budaya Islam (HSBI)
– Ikatan persaudaraan Qori Qoriah hafiz hafizah Indonesia (IPQOH)
– Kantor tabloid jum’at
– Badan musyawarah Organisasi Islam wanita Indonesia (BMOIWI)
– Kantor Sekertariat majelis Ilmuan Muslim Muslimah sedunia Cabang Indonesia

1. Ruang sidang dan aula salah satunya berukuran 18 x 24 m
2. Ruang tunggu khusus VIP
3. Unit pelaksana teknis masjid Istiqlal

- Perpustakaan masjid Istiqlal
– Koperasi masjid Istiqlal
– Pramuka masjid Istiqlal
– Taman kanak-kanak masji Istiqlal
– Pengajian
– Poliklinik Masjid Istiqlal
– KBIH masjid Istiqlal

Bedug dan Kaligrafi

Bedug masjid Istiqlal terbear di Indonesia, dengan ukuran;

- Garis tengah depan 2 meter
– Garis tengah bgian belakang 1,71 meter
– Panjang 3 meter
– Berat 2.30 ton
– Jenis kayu meranti merah dari Kalimantan Timur

Kaligrafi di ruang utama

- Bagian depan ruang mama, sebelah kanan lafaz jalalah (Allah), di ruang surat Thaha ayat ayat 14, dan sebelah kiri lafaz
– Ditengah-tengah lingkaran kubah lafadz ayat Qursi dan Surat Al-Ikhlas

Sumber:

 <http://korananakbule.wordpress.com/2010/08/19/masjid-istiqlal-masjid-terbesar-di-asia-tenggara/>
<
http://thearoengbinangproject.com/2009/07/wisata-istiqlal/>
<
http://ariesaksono.wordpress.com/2008/01/15/masjid-istiqlal-jakarta/>

 Direktori masjid Bersejarah
Departemen Agama RI
Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Islam
Direktorat Urusan Agama Islam dan pembiaan Syari’ah
Jakarta tahun 2008

PERHATIAN………………….!

KALAU ANDA MEMBACA TULISAN INI, SAYA MOHON DIKOMENTARI, SEDIKIT JUGA TIDAK MENGAPA UNTUK INTROSPEKSI BLOG SAYA JADI LEBIH BAIK, TERIMA KASIH TELAH MEMBACA…

www.income-syariah.com/?id=Dekdun
About these ads
10 comments
    • dekdun said:

      Mbak Siwi kok Masya Allah?? apakah saya saya ada kekeliruan dalam tulisan tulisan yang ini?

  1. lkeh said:

    setahu saya kalimat masya Allah diucapkan ketika menunjukan rasa takjub,….bukan menilai ada kekeliruan

    • dekdun said:

      hehe.. Iya sbenarnya bukan masalah sih… kalo kagum soalnya saya ngucapi Subhanallah…. kalau masyaAllah ketika ada suatu perkara yang berlainan… tapi semua tergatung siapa yang mengucapkannya… :D maaf…

  2. theja said:

    Maap apakah anda memiliki gambar kerja untuk memperjelas bangunan mesjid Istiqlal ?

    • dekdun said:

      sayang sekali gak punya mas…. tak cari-cari tapi gak dapat, kalo gak salah ada salah satu buku lawas mengenai masjid2 besar di indonesia lengkap dengan gambar kerjanya… tapi saya lupa persis bukunya dan apakah ada denah mesjid istiqlal disana…

  3. keren dech, aku susah banget cari materi tentang masjid istiqlal ini,,, udah 2 hari taunya ada di blog ini, mkasih banget ya, jdi mempermudah aku buat laporan untuk teori arsitektur

    • dekdun said:

      iya sama2, sebenarnya juga tulisan ini tak kopi paste dari tugasku dulu .. arsitektur mana dek? jangan2 satu kampus :D,,

  4. Yahh sayang ya, teras yang luas itu ternyata penempatannya nggak simetris dengan bangunan utamanya. Kan kalau simetris jadi lebih kelihatan “gagah” :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: