dulu sewaktu kecil kita sering di ingatkan tentang pentingnya menjaga dan merawan anggota badan seperti kuku dan gigi contohnya, di sekolah ada pemeriksaan kuku setiap beberapa hari sekali sebe,um masuk kelas dan selalu diingatkan menggosok gigi setiap pagi dan sore/malam hari sebelum tidur supaya nafasnya segar, gigi putih dan gak dimakan kuman. namun sewaktu kecil saya tidak mengerti secara sadar bahwa itu penting bagi saya tapi hanya sebatas beban yang harus saya penuhi dengan terpaksa.

sekarang setelah dewasa saya memiliki gigi yang jauh dari kata sempurna, gigi geraham hampir habis semuanya kiri kanan, atas dan bawah, untuk sebelah kanan atas masih lebih utuh di bandingkang yang lainnya dengan itulah saya terbantu mengunyah makanan. gigi depan? sama juga, namun tak separah gigi belakang mungkin karena lebih mudah dibersihkan dan selalu terjangkau sikat gigi, apakah ini karena faktor tidak rajinnya saya menyikat gigi sewaktu kecil dan kekuranyan zat besi atau juga mungkin karena faktor bawaan memiliki gigi yang lemah dan rapuh? entahlah.

untuk gigi depan saat ini saya menggunakan veneer gigi, awalnya sih dulu waktu SD sekitar kelas 3 pernah jatuh dengan sepeda, dan bagian handle/pegangan/setir sepeda yang sudah telanjang dengan besi tanpa balutan karetnya lagi pun menhantam tepat di gigi atas saya dan ujung gigi saya pun patah, awalnya sih patahnya sedikit sekali di ujung namun setelah itu gigi saya jadi sering ngilu dan mulai menghitam di bagian sela2 antara gigi satu dan lainnya untuk gigi depan bagian atas saja, lama titik hitamnya membesar sampai menjadi lobang, semakin lama lobangnyapun semakin besar, akhirnya sewaktu SMA saya mulai ke dokter gigi untuk menambal lobang yang ada, namun tambalannya tidalah bisa bertahan cukup lama, dalam beberapa bulan sekali saya harus mengganti tambahan baru karena terlepas. lama berlanjut sampai saya kuliah di surabaya kondisi tambalan gigi saya sudah cukup besar juga karena setiap penambalan giginya selalu dikikis sama dokter gigi supaya tambalan baru bisa mengikat. yang terakhir saat saya mau menambal gigi lagi di surabaya saat itu dokternya bilang giginya sudah gak bisa ditambal lagi karena bagian ujung sudah terlanjur habis susah untuk mengikat tambalan baru supaya tidak terlepas sehingga dokterpun menyarankan saya untuk membuat gigi veneer. akhirnya saya pulang dan browsing di internet mengenai saran dokter tadi dan segala sesuatu tentang penanganan kasus gigi seperti saya. kemudian saya mendapat info dari teman untuk coba konsultasi gigi kerumah sakit Unair dan akhirnya memutuskan untuk membuat veneer gigi. harganya saat itu 1 juta untuk satu gigi dan saya membuat 2 gigi bagian atas sehingga habis 2 juta, sebenarnya harga yang mahal untuk saya sebagai mahasiswa saat itu apalagi waktu itu saya hampir di semester akhir dengan pengeluaran kebutuhan kuliah juga yang cukup banyak, meskipun demikian harga yang saya dapatkan lebih murah dari tempat lain yang mgkin bisa dua kali lipatnya, begitu info yang saya dapat dari calon dokter spesialis gigi disana karena kebetulan yang memeriksa dan mengerjakan gigi saya adalah mahasiswa spesialis Unair yang sedang dalam masa studi.

setelah dengan veneer gigi secara penampilan sih gigi saya bagian depan sudah terlihat normal dan rapi seperti gigi asli yang kuat dan kokoh, namun aslinya gigi veneer hanya dapat membantu penampilan saja tidaj bisa di gunakan untuk memotong atau menggigit makanan yang keras apalagi mebuka bungkusan makanan dengan gigi.. saat itu saya mulai seperti kehilangan sesuatu satu yang sangat berharga dari saya, meskipun saya masih bisa makan makanan yang tisak terlalu keras atau makanan keras tapi yang hanya mengandalkan gigi geraham. masalah tidak berhenti disitu, secara tidak sengaja kadang saya terlupa harus memperhatikan cara mengunyah makanan yang baik saat makan makanan keras supaya tidak tergigit oleh gigi depan saya, saat iti terjadi pertama sekali gigi saya terasa ngilu dan seolah terasa ‘krek’ seperti mau patah. sayapun kaget dan berhenti makan, untungnya masih kuat meski mungkin ada retak di bagian dalam, setelah itu saya benar2 memperhatikan apa yang saya makan sampai dua tahun berlanjut veneer gigi sayapun akhirnya patah di bagian dalamnya dan terlepas karena tak sengaja menggigi biji cabai dalam sambal, saya kaget kepalang apalagi saat itu saya sudah dibali dan pasti mau bikin veneer gigi lagi pasti mahal dan saya gak punya rekomendasi, saya ke dokter gigi setelah itu dan syukur ternyata masih bisa di tempel lagi, karena gak kuat seperti sebelumnya makan sekarang dia lebih sering lepas beberapa bulan sekali, terus saya tempel sampai sekarang bentuknya sudah gak serapi awalnya, dan makanan betul2 saya jaga sekali bahkan sambalpun sudah gak berani saya makan takut ada biji cabe kesasar.

e57756fe-4fa9-4bb2-9dc1-0570371a1721

begitulah kisah gigi saya, saat ini saya masih muda namun sudah kehilangan sedikit nikmat saat makan, sedikit tapi cukup berarti sekali, seandainya saya diberi kesempatan memulai hidup dari kecil lagi maka salah satu hal yang saya perhatikan adalah gigi saya, saya akan rajin sikat gigi, rajin minum susu dan makan makanan bergizi yang mengandung zat besi dan tinggi kalsium. sekarang yang tinggal hanya semacam keterlambatan meski saya sudah mulai rajin menjaga apa yang ada, makan sehat, tidak merokok, berolahraga rutin terutama lari dan renang semoga di hari tua saya nanti tidak ada lagi rasa menyesal dan terlambat.

Salah satu bentuk syukur adalah menjaga dengan sebaik mungkin apa yang kita punya. semoga cerita ini bisa bermanfaat buat saya sendiri dan pembaca.

Iklan

Dua hari rasanya sangat tidak cukup untuk menjelajahi dan menikmati pesona Nusa Penida, tapi apa daya rutinitas pekerjaan membatasi saya hanya bisa dua hari.. tapi meski cuma dua hari hmm.. petualangannya sangat menyenangkan dan memuaskan..

Pesona Nusa Penida akan lebih banyak kita temui berupa pemandangan lautan lepas dari tebing yang tinggi, bentuk tebing yang unik dan gubahan-gubahan alam yang menakjubkan membuat Nusa penida menjadi tempat yang menyediakan begitu banyak spot foto yang bagus, pastinya zaman Instagram belum lewat jadi pastikan ada pesona Nusa penida di Instagram mu… ūüėā

Jangan khawatir kalo kamu suka pantai berenang dan bermain di pantai berpasir putih, disebelah barat terdapat pantai pasir putih yang dikenal dengan Crystal Bay, Pasir Putih yang halus dan keindahan sunset di sore hari menjadi alasan utama kamu harus kesini…

Mengunjungi Nusa penida membuat kita akan bersyukur betapa beruntungnya kita hidup dan tinggal di Nusantara, Indonesia tercinta.

Masih banyak keindahan lainnya di Nusa penida yang harus kamu cari tau sendiri.. ¬†selamat berlibur…

 

PULOT – lagi lagi Meureudu

Pernah makan makanan sejenis kue yang terbuat dari beras ketan yang dibungkus dengan daun pisang lalu di panggang? Ya, Pulot namanya kalau bahasa aceh. bagi saya Pulot adalah makanan yang sangat fenomenal dalam hidup saya, teringat dulu waktu kecil tepatnya sewaktu saya sekolah dasar, Pulot selalu menjadi sarapan yang lezat dan sulit tergantikan, bersama kopi menjadi perpaduan yang tidak bisa dipisahkan, pulot dan kopi di campur di dalam piring kecil rasanya sungguh nikmat selagi masih hangat. Tetangga saya dulu yang sekarang sudah seperti keluarga dekat adalah langganan pulot nikmat saya rasanya gak ada pulot lain yang seenak bikinan mereka hahaha, tapi kalo seperti sekarang saya pulang kampung dari perantauan Pulot dan kopi hitam selalu gratis, senangnyaa..

WP_20150909_08_28_29_Pro   WP_20150913_06_45_58_Pro

Ditempat lain saya sempat menemukan Pulot juga tapi sudah pakai isi biasanya abon atau daging, yang ada isi begini saya kurang suka, karna originalitas Pulot bagi saya itu pulot yang isinya beras aja gak pake isi,

PISANG BADA –¬† lagi lagi Meureudu

WP_20150911_15_18_07_Pro

Rasa belum pernah mendengar kata Bada untuk Pisang goreng di daerah lain selain di meureudu, Bada adalah sebutan untuk pisang goreng kipas di meureudu, rasanya juga sangat nikmat dan renyah, pisang yang di pakai untung bada ini adalah pisang khusus yaitu pisang kupok. Adonan tepung yang digunakan juga khas untuk tiap penjualnya seperti yang dijual juga oleh tetangga saya, biasanya saat menggoreng ada bagian tepung yang terpisah2 dari bada sehingga menjadi kerak-kerak tepung yang renyah juga untuk dimakan.

KOPI HITAM – Lagi lagi meureudu

WP_20150911_15_11_46_Pro

Kalo ke aceh jangan sampai deh gak masuk ke warung kopi untuk mencoba kopinya, dimana-mana tentunya di aceh, kopi menjadi minuman favorite masyarakat. Kopi aceh sungguh nikmat, cita rasanya luar biasa, meski yang paling terkenal adalah kopi Gayo tapi bukan berarti kopi di daerah lain di aceh tidak enak, justru sama enaknya hanya khas rasanya saja yang mungkin sdikit berbeda. Masyarakat di aceh secara umum merasa belum lengkap kalau aktifitasnya tidak ditemani dengan kopi, jak ugle, jak ubang, jak u laot, jak sikula, jak u kanto semua butuh kopi, biar otak encer  pikiran tenang unrusan beres.

  • Jak U gle¬† = pergi ke ladang
  • Jak U blang = pergi ke sawah
  • Jak U laout = pergi melaut
  • Jak U sikula¬† =pergi kerja di sekolah
  • Jak U kanto = pergi kerja di kantor

ADE – lagi-lagi meureudu

Yang tak boleh ketinggalan satu lagi adalah Ade, sejenis kue yang menjadi makanan iconic daerah meureudu, bahas masalah ade bisa cukup panjang, jadi bagi yang penasarang coba aja searching sendiri di internet, moga mendapat referensi yang lengkap beserta fotonya.

Di Bali banyak sekali tempat-tempat yang unik dan menarik untuk dikunjungi, salah satunya adalah paitai seminyak, pantai ini biasa digunakan oleh para wisatawan untuk surfing, santai dan menikmati sunset di senja hari. Saya lebih suka bilang pantai seminyak ini dengan pantai warna-warna warni karena inilah yang yang membuat saya sangat terkesan dengan dengan pantai ini, sebenarnya yang berwarna warni bukanlah pasirnya atau air lautnya tapi salah satu spot tempat makan  dan bersantai yang bernama La Plancha dengan konsep warna warni, tempat duduknya yang disusun rapi sepanjang pantai dengan payung-payung pantainya, bangunannya juga unik sangat menggugah inspirasi dan membuat siapapun yang berkunjung jadi ceria hehe, lokasi pantai seminyak atau cafe la plancha ini tepatnya di jalan Dyana pura seminyak Kuta Bali.

IMG_20150201_180220

Salah satu ikon bali adalah jalan tol bali mandara tengah lautnya yang merupakan jalan tol tengah laut terpanjang di Asia tenggar,  menghubungkan denpasar, bandara ngurah rai dan nusa dua melewati teluk benoa.  Nah ada satu kuliner menarik dekat dengan jalan tol ini dengan suasana hutan manggrove dan teluk benoa yang indah, karena lokasinya yang juga dekat dengan bandara Ngurah rai sehingga akan sering terlihat pesawat terbang sangat rendah sekali di atas lokasi kuliner ini karena hendak landing ke bandara Ngurah rai.

Apa saja menu andalan disini?

Sesuai dengan namanya “Kampung Kepiting’¬† tentu saja olahan atau masakan kepiting jadi andalannya, ada beberapa menu kepiting disini dengan cita rasa yang cukup lumayan dengan harga satu porsi sekitar 125k, tapi menu kesukaan saya adalah ikan gindara, 60k, dalam satu porsinya ada dua potong. Selain kepiting disini juga menawarkan aneka makanan dan minuman olahan buah manggrove tentu saja karena lokasinya di hutan wisata manggrove. Secara umum saya sih menyukai tempatnya yang tenang dan tidak terlalu ramai, bangunannya yang terbuat dari bambu bahkan kursi dan mejanyapun dari bambu, jembatan kayu yang menghubungkan antar bangunan dan hutan manggrove membuat anda melupakan kepadatan dan keramaian kota denpasar dan sekitarnya.

berikut beberapa hasil photo asalan tanpa persiapan :

a4

a6

a1 a2 a3 a5a

makan bareng   IMG_20150103_184246a

(sumber foto : pribadi, ini lebih tepatnya foodasal-jeprettography.. seni acak-acakan)

Foodtography kalo gak salah itu istilahnya untuk kegiatan foto makanan yang biasanya di gandrungi sama cewek-cewek di era android ini. Mungkin sudah bukan hal baru lagi sih untuk dibuat tulisan di blog tapi  ini Cuma sekedar buat cerita punya teman cewek yang hobby foto makanan.

Kapan hari kami keluar bertiga buat jalan -jalan weekend¬† sih ceritanya, bertiga itu ada saya sendiri yang dua lagi cewek, yang satu memang suka foto makanan kayaknya bukan jalan-jalan namanya bagi dia kalo gak dapat foto makanan, yang satunya lagi¬† suka mesan makanan tapi gak sanggup makan, beneran gak dihabisin makanannya Cuma di colek-colek doang habiss di foto-foto, tau sendiri yang jadi terget menghabiskan¬† ya saya sebagai cowok seorang, tapi karna gw punya perut juga ramping banget gak kuat juga ngehabisin porsi besar berkali-kali karna satu hari itu kita gak ke satu tempat aja… Hehe

ada enak dan gak enaknya juga sih temenan sama cewek-cewek yang hobbynya gitu-gitu, bisa kenyang tanpa harus bayar banyak *insting matree haha, gak enaknyakalo pas porsinya terlalu besar udah gak kayak disuruh makan lagi dah kayak di suruh nyuci satu ember.. Kuat gak kuat..¬† Tapi sebagai cowok yang menyaksikan perkara yang sedemikian selalu gak habis mikir aja tapi selalu bisa memaklumi ..¬† ūüėČ

Sudah sekian lama berada di bali tapi semua kayak gak nyata, apa benar aku sekarang di bali? Malah yang heboh temen-temenku yang belum pernah ke bali hehe, ya Bali memang amazing begitu banyak keunikan yang dapat ditemukan di bali, salah satu image yang tidak pernah terlepas dari bali adalah kelekatan kultur budayanya yang masih sangat terjaga meski begitu banyak pendatang yang berbondong-bondong ke bali  dari berbagai macam daerah dan negara dari berbagai belahan dunia.

Setiap hari di bali bagaikan liburan, sudah begitulah atmosfir yang ada di bali sulit dijelaskan secara detail. Aku teringat salah satu ungkapan di film the secret life of walter mitty “tidak semua keindahan harus diabadikan” begitu kira-kira pesannya, selama ini aku begitu terpesona dengan apa yang kutemui di bali sehingga sampai lupa mengabadikan setiap momennya sebagai bahan cerita, tapi cerita kadang juga gak bisa menyampaikan keadaan yang sebenarnya, jadi yang masih penasaran dengan bali silahkan melangkahkan kakinya ke bali ya.. Mungkin beberapa foto tentang bali akan menghiasi di beberapa judul di blog ini, foto tersebut bukanlah pemandangan terbaik yang pernah ku lihat di bali tapi hanya sebagian kecil yang sempat kuabadikan.

IMG_20141123_114157

(Sumber foto : sendiri – Pandawa Beach)