pengetahuan dasar sebelum merancang rumah tinggal

Rumah secara garisbesar dapat diartikan sebagai wadah dbagi individu atau keluarga untuk bernaung, berlindung dan melakukan eksistensinya,

lebih lanjut, kadang rumah di sebut senagai organisme hidup, dimana rumah selalu mengikuti kemakmuran pemilik?penghuninya (umumnya berlaku bagi glongan menengah ke bawah).

untuk seorang perancang/arsitek sebelum merancang sebuah bangunan perlu mengetahui dan memahami klien sehingga hasil rancangan tepat sesuai dengan keinginan klien, langkah yang tepat untuk di lakukan adalah dengan :

– melayani keinginan klien, karena pada dasarnya seorang arsitek itu merancang dan berkarya dengan uang klien
–  memahami tipelogi klien
– flexibelitas sikap, dimana seorang perancang bisa menyesuaikan diri dengan keadaan klien, ini penting untuk profesionalitas seorang arsitek.

tujuan dari 3 hal di atas adalah :

– supaya bisa menemukan pendekatan yang tepat dengan klien secara mudah
– bisa menggali informasi tentang klien sebanyak mugkin, sehingga bisa menemukan sebuah dasar rancangan yang kuat
– membentuk teamwork yang baik dengan klien.

Adapun kebuthan informasi yang di butuhkan yang utama adalah :

– mengenai penghuninya,
-Aktivitas,
-Kebutuhan ruangnya,
-Hobi klien
-Style,
-Dana yang dimiliki
-Operasionalnya, maksudnya rumah yang akan di bangun itu harus hemat biaaya operasional dalam hal ini juga berarti ramah lingkungan
-Rencana ke depan, adakalanya klien membangun rumah secara bertahap, atu mungkin juga suatu saat akan di alihfungsikan sehingga dengan rancangan yang tepat rumah tersebut ketika di alih fungsikan nanti klien tidak perlu banyak merubah fisik bagunannya lagi
-Permintaan khusus

selanjutnya mengenai ruang, penting juga di pelajari ;

-penzoningan (pengelompkan karakter sejenis)
-organisasi ruang
-tata prabot
-suasana
-material
-warna

tujuannya adalah :

-memahami kebutuhan ruang
-aspek dalam tata ruang
-hubungan antar ruang
-proses transformasi
-mampu membuat denah yang nyaman

hasilnya :

-dapat membuat analisa keunggulan dan kelemahan
-kompromi ide dan tuntutan klien
-prasyarat umum
-hal yang dapat di jadikan contoh
-dan mengetahui hal-hal yang harus di hindar

Secara umum aspek  Denah tata ruang berhubungan erat dengan Lingkungan, Iklim, Kebutuhan, Kebiasaan, Budaya, Agama, Biaya, Peraturan.

Studi Kasus selalu dibutuhkan agar pengetahuan arsiteknya sendiri juga selalu ter-update  sehingga hasilnya juga dapat memuaskan klien. Study Kasus ntara lain dapat berupa :

-studi empiris
-menggali pengalaman yang sudah ada
-evaluasi diri

mencari hal baru

—>sumbernya dapat berasal dari buku, website, film, atau langsung di lapangan.
>>>untuk literatur sendiri bisa berupa : Standar, Majalah, Journal, Web site, eBook,       sebuah literatur yang baik hendaknya mempunyai : Proyek, Konsep Arsitektur, Gambara dan Model, Review dari para ahli, danKomentar para penggunanya sendiri.
>>>namun literatur juga mempunya kelemahan yaitu : Informasi kurang lengkap, Tipuan(misal seperti trik kamera dan lighting), tidak memberikan pengalaman rasa yang akurat
>>>>>selanjutnya Film, kelebihannya lebih banyak dari litteratur, misalnya : data cukup lengkap, Cukup mewakili, Memberikan sedikit pengalan rasa

Aspek yang di pelajari  dan diperhatikan dalam studi kasus adalah :

– Latar belakang proyek
– Karakter klien
– KOnsep ide
– Proses kreatif
– Unsur arsitektur = utilitas, firmitas, Venustas
– Tanggapan terhadap lingkungan
– Iklim

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: