Islam milik siapa?

Bismillahirrahmanirrahim…

Sebelum memulai saya mohon maaf terlebih dahulu apabila tulisan saya banyak melebih lebihkan atau mengurang-ngurangi, namun maksud dan tujuan saya adalah demi sebuah kebaikan dan perbaikan terutama untuk diri saya sendiri.

Di jaman generasi saya sekarang ini berbicara islam itu seolah sudah menjadi suatu keharaman bagi orang-orang biasa seolah-olah agama hanya milik sebagian orang saja yang dianggap dunianya berbeda jauh dengan dunia nyata (menurut orang biasa), tidak ada memang yang membuat peraturan haram ini secara langsung tapi kenyatan dalam pergaulan sehari-hari, dilingkungan sepertidi kampus misalnya hal ini sangat saya rasakan.

Mungkin karena ada sebagian teman-teman yang bisa dibilang alim namun sikapnya terlalu eksklusif, sehingga orang yang bergaul dengan dia saja sudah di cap dengan sesuatu sebutan abtrak terrtentu (soalnya sulit di identifikasi apakah nilainya baik atau buruk menurut mereka) yang jelas siapa saja yang sudah terkena cap tersebut orang itu akan lebih sering didiami apalagi jika perkataannya ada sedikit unsur-unsur agamanya.

Namun penyebab lain yang paling utama atau yang sesungguhnya adalah karena banyaknya isu-isu golongan di Indonesia yang sangat gencar sekali, bahkan tak jarang dari golongan-golongan (JIL/jaringan islam liberal, ahmadiyah, NII dsb) tersebut yang tanpa pedulinya berani mengganti sistem-sisten fundamental didalam agama islam itu sendiri, entah apalah motif meraka apakah karena kebodohan dan ketololan atau karenan suatu maksud besar tententu dibalik itu semua yang gak semua orang tau, karena biasanya golongan-golongan ini selalu tertutup.

Namun yang jelas timbulnya beberapa golongan tersebut telah menimbulkan ketakutan dan kekhawatiran di dalam masyarakat yang sangat besar sehingga timbullah beberapa tindakan anarkisme di mana-mana atas dasar agama yang diluar rasa kemanusiaan.

Karena hal tersebut sebagian orang awam/biasa semakin menutup diri dari agama yang penting mereka melaksanakan shalat dan puasa aja sudah. Sebagian yang lainnya jadi beranggapan semua orang itu sama saja mau berilmu agama banyak kek mau ngga perilakunya sama aja, lihat saja noh di televisi yang melakukan anarkisme kebanyakan orang-orang yang berjubah pake surban teriak-teriak Allahuakbar. Sebagian lagi yang non islam semakin mempergencar aksinya ditengah-tengah ummat islam dengan mengambil kelamahan umat islam menjadi senjata bagi mereka.  Hal tersebut semua tak aneh jika berimbas juga pada semua remaja dan kaum muda kita, belajar, mempelajari, bicara soal islam hanya akan menjadi beban saja mendingan kita cari yang lain pengetahuan duniawi kita banyak karir kita mendukung. Kenapa? Karena islam tak lagi dilihat sebagai rahmatan lil ‘alamin.

Efeknya di setiap golongan yang benar maksudnya tidak menyelewengkan nilai-nilai dasar islam yang sudah dulu ada dan sudah diterima dimasyarakat indonesia dengan baik adalah semakin kuatnya fanatisme golongan, ashobiah golongan, mereka saling membentengi diri mereka bahwa mereka yang benar sehingga yang timbul adalah persoalan baru dimana kebenaran itu berdasarkan siapa yang mengatakannya bukan lagi siapa yang memang berdasarkan kebenarannya.  Yang terjadi adalah ikut-ikutan tanpa pendasaran yang kuat.

Tapi harusnya juga kita patut bersyukur karena masih ada juga sebagian kecil teman-teman yang bisa mengambil semua kejadian ini sebagai pelajaran dan tantangan ummat muslim, masih mau belajar islam, berdakwah di kampus dan lain sebagainya, dengan harapan mereka bisa menjawab semua tantangan kemajuan jaman sebagai bagian dari Islam, walaupun disisi lain masih banyak orang yang tidak berani mengatakan islam itu mengikuti zama menurut saya karena ilmu pengetahuan yang dimilikinya hanya sepihak keakhirat dan mengkotak-kotakkan antara agama dan urusan duniawi, padahal islah itu agama yang ilmiah sudah pasti benar, secanggih apapun kemajuan pengetahuan dunia pasti tidak akan bertentangan dengan islam, kebenaran Al quran selalu dapat dibuktikan, banyak orang barat masuk islam karena kebenaran islam yang mereka dapati melalui pengetahuan mereka yang luas tentang dunia bukan karena sekardus Indomie (maaf ya Pt Indofood ada produk anda yang saya masukkan disini). Dan Islam tidak akan pernah maju bila terus-terusan dipaksakan sesuai tradisi dahulu kala.

Biarpun banyak yang berstigma bahwa mereka anak-anak yang bicara agama adalah Jadul dan kuper it’s so what?

Apapun latar belakang kita tidak melarang kita untuk belajar islam, meskipun saya bukan berlatar belakang pesantren, orang biasa, maksiat saya lebih banyak dari ibadah orang tua saya orang biasa yang juga dulu asal ikut, kakek nenek saya bukan ulama, tapi semangat saya mudah-mudahan untuk belajar islam tetap ada sampai kapanpun.  Karena saya telah menemukan islam yang sesungguhnya adalah agama yang penuh pertanggungjawaban dan ilmiah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: