perbedaan Marketing dengan Selling

sesaat ketika menghadiri acara traktiran seorang teman, tiba-tiba timbul omongan yang mengarah kepada masalah pemasaran, berhubung memang masing-masing dari kita sedang punya proyek masing-masing juga yang berbau bisnis-bisnis gimana gitu😀. tiba-tiba salah satu bertanya ada gak perbedaan antara Marketing dan Selling, kalo memang ada apa?? sebenarnya pertanyaannya bukan untuk mencari jawaban tapi untuk mengetes pengetahuan kita yang dia anggap belum mendapat pengetahuan tentangnya (xixixi kira-kira begitu yah), gampang saja jawaban sudah tergambar di pikiran tapi dalam waktu yang sesingkat itu saya masih agak susah menyambung kata.. so biar saya jawab disini aja ”’

antara keduanya memang berbeda berbeda dan gak bisa disetarakan karena memang berbeda. maksudnya kalaupun diumpamakan maka Marketing itu kedudukannya sebagai induk sedangkan Selling itu sebagai anaknya.. bagian yang menjadi tanggung jawab marketing lebih luas dan untuk jangka panjang sementara Selling lebih fokusnya lebih kecil.

kalau kita lihat dari arti katanya (gak perlu pake kamus) :
Marketing (Pemasaran) _ lebih mengarah bagaimana menciptakan suatu produk/jasa yang dapat diterima dan memenuhi kebutuhan para konsumen/masyarakat. targetnya Pasar atau Orang
sementara Selling (penjualan) _ lebih kepada langsung menjurus kepada hubungan jual beli yang ditandai dengan adanya transaksi antara seller/salesmen dengan konsumen. Targetnya jualannya bisa laku berapa?.

lebih jauh berdasarkan informasi yang sudah ada dari sumber lain
Dalam Marketing ada yang dikenal dengan istilah 4P atau lebih yaitu :

1. Product. Seorang Marketing berusaha “mencari tahu” atau melakukan riset untuk mengetahui produk apa saja yang benar-benar DIBUTUHKAN dan DIINGINKAN oleh pangsa pasarnya
2. Price. marketing akan berusaha menyesuaikan harga dengan para kemampuan para konsumen sehingga produk/jasa yang ditawarjkan benar2 bermanfaat bagi si konsumen. makanya ada perbedaan harga yang melambung antara barang yang di jual di TP surabaya dan galaxi mall misalnya dengan barang-barang yang di jual di DTC wonokromo. Di TP produk yang ditawarkan memang KHUSUS untuk kalangan BERDUIT yang tidak ingin suasana yang sumpek. Namun untuk yang di DTC si Konsumen tidak merasakan sebuah kesumpekan karena yang terpenting adalah harga ang lebih murah.
3. Place. Seorang Marketing perlu mencari saluran distribusi yang tepat dan efisien sehingga produk atau jasa perusahaan dapat terjangkau Sang Konsumen. (lagi-lagi agar konsumen TERPENUHI KEBUTUHAN dan KEINGINANNYA)
4. Promotion. Nah disinilah letak Sang Direct Selling. Salah satu cara promosi adalah dengan cara: Periklanan, Direct Selling (salesman), Hubungan Masyarakat (CRM), dan lainnya.

berbeda dengan Selling, yang terpenting adalah laku keras tidak terlalu penting memikirkan semua yang menjadi pemikiran si marketing yang prosesnya rumit dan panjang sampai bagaimana harus mempertahankan brand emagenya.

dalam jangka waktu, selling lebih pendek
sementara marketing bisa sangat panjang karena untuk menjual ia tidak butuh langsung hari itu juga tapi dengan cara membangun kepercayaan tahap demi tahap. sehingga yang terpenting dalam marketing adalah menjaga hubungan baik dengan konsumen.

sekian postingan kali ini, mohon komentarnya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: