SALAM IDUL FITRI 1433 H, MAHASISWA ACEH DI SURABAYA

hari raya Idul fitri 1 syawwal  merupakan hari dimana umat islam memperoleh kemenangan setelah sebulan penuh pada bulan ramadhan berpuasa dalam rangka melatih diri untuk menahan segala macam godaan, sehingga setelah ramadhan usai umat islam dirapkan sudah kembali memeiliki bekal yang cukup kuat untuk menghadapi segala macam perkara dunia yang menggoda sekaligus membawa pada kemurkaan Allah selama setahun kedepannya.

namun dalam perayaan hari raya umat islam yang dinanti-nanti ini memiliki suatu tradisi unik yang sangat dirindui oleh seluruh umat islam yaitu acara silaturrahmi dan saling memaafkan sehingga selain telah memiliki amalan yang cukup banyak pada bulan ramadhan juga seluruh umat islam telah terbebas dari segala macam dosa dan kesalahan diantara sesama.

biasanya momen ini dimanfaatkan oleh seluruh umat muslim Indonesia terutama, untuk berkumpul bersama keluarga, tak terkecuali yang sedang diperantauan semua pulang ke kampung  halaman sehingga dikenal pula tradisi mudik (pulang kampung halaman untuk berlebaran bersamma keluarga besar)

namun sayangnya, sebagai anak Mahasiswa perantauan yang jauh dari kampung halaman kadang tak memiliki kesempatan baik untuk pulang juga, walaupun sangat  diharapkan, karena beberapa kendala seperti kendala biaya perjalanan pulang dan lain sebagainya. sama halnya dengan yang kami rasakan, yaitu Mahasiswa Aceh disurabaya, tahun ini ada sekitar 11 mahasiswa yang tidak pulang kebanyakan adalah mahasiswa yang semester akhir, mahasiswa yang mengambil kerja praktek selama libur ramadhan dan mahasiswa yang baru mau masuk kuliah baik s1 maupun s2.

walaupun demikian kami juga memiliki tradisi unik tersendiri di hari raya idul fitri, dimulai dari shalat I’ed bersama di masjid terdekat, kadang kalau ada kesempatan yang lebih baik kami shalat bersama ke masjid agung, tapi tahun ini kami shalat di masjid asrama haji surabaya yang kebetulan dekat dengan kontrakan kami berhubung kami mahasiswa disurabaya belum mendapatkan sebuah asrama mahsiswa yang layak dari pemerintah aceh memang sedikit disayangkan apabila dibandingkan dengan daerah lain  di pulau jawa.

setelah shalat bersama, seperti biasa kami pulang kekontrakan dan saling berjabat tangan den bermaafan ditemani minuman dan makanan khas lebaran ya walaupun sedikit tapi patut disyukuri. selanjutnya baru dilanjutkan dengan acara silaturrahmi ke rumah “orang yang kami tuakan”/orang tua aceh di surabaya, walaupun tidak sempat bertemu langsung dengan orang tua sendiri di Aceh tapi mudah-mudahan dengan berkunjung kerumah orang tua di surabaya sedikit memudarkan rasa rindu akan rumah di aceh.

hal yang patut disyukuri dan di banggakan juga adalah betapa banyaknya para orang tua  aceh di surabaya yang telah meraih kesuksesan dalam karir mereka di dunia kerja, tak sedikit diantara mereka adalah orang-terpandang yang mendapatkan posisi-posisi penting dalan pekerjan mereka. dan hal ini tentunya harus bisa menjadi motivasi yang besar bagi kami mahasiswa untuk bisa meraih seperti apa yang telah mereka raih sehingga bisa bermanfaat untuk pembangunan masyarakat thaiyibah seperti yang dituntun dalam Alquan dan bisa membangun perekonomian aceh menjadi lebih baik. terimakasih untuk orang tua -orang tua aceh kami disurabaya semoga semua nasehat-nasehatnya kepada kami menjadi bekal yang baik untuk kami mahasiswa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: