Adakah lebaran disana??

masa kecil adalah masa-masa yang sangat menyenangkan bagi semua orang, hidup terasa seolah tanpa beban, belum mengenal apa itu stress, tak pernah tau apa itu putus asa dan kecewa. setiap hari kerjaannya adalah mengejar dan terus mengejar kesenangan diri sendiri tanpa banyak perduli terhadap apa yang di kanan dan di kiri.

waktu yang paling ditunggu-tunggu adalah lebaran dimana semua kesenangan ada disini, syurga sementara yang hanya terjadi dua kali setahun.. masih teringat dulu waktu memasuki Ramadhan, list apa aja yang harus dibeli nanti untuk menyambut hari raya langsung disiapkan, yang paling wajib adalah baju baru, tentu saja mengikuti trend tiap tahunnya kala itu, biar tak malu, sama teman  dan sama semua anggota sepupu. semua bentuk permainan ketika mendekati lebaran dan waktu lebaran juga sangat menyenangkan, tidak terlepas dari main bakar-bakaran, lilin, mercon, kembang api, sampai-sampai pernah sekali aku hampir membakar semua baju lebaran orang lain yang ada di toko milik ibuku yang memakai jasa jahit beliau. (sdikit knangan, bakat desain ibuku sdikit turun padaku, paling tidajk jadi masiswa arsitek saat ini)

dan ternyata semua itu hanya milik kita disini, berbeda dengan apa yang sebagian kecil anak-anak lain rasakan diluar sana. ketika bulan puasa kita bisa bermanjaan karena berpuasa, tapi mereka tetap tegap menantang hari yang keras, tak ada suasana, seperti biasa panas terik dengan koran mencari uaang sesekali medapatkan takjil dari belas kasihan. tak kala pagi idul fitri kita bersama keluarga bergembira, dengan baju baru yang terlihat manis cocok untuk keluarga yang harmonis, tapi mereka terlihat biasa dengan wajah sedikit antusias, tak begitu banyak suasana, seperti biasa panas terik dengan koran mencari uang kali ini korannya untuk pembungkus sepatu sandal buat yang sholat di masjid agung. setelah shalat, indahnya silaturrahim ke tempat nenek, paman dan bibi, mmm dapat THR banyak-banyak sekali cium tangan, tapi mereka kembali tegap menantang hari yang keras, tak ada suasana, seperti biasa panas terik dengan koran mencari uang, kembali ke lampu merah disanalah tempat mereka, kadang dapat THR dari hasil tadahan tangan dari beberapa kali dapat sekali.

mudah-mudahan lampu setopan kala lebaran tida sepi. aku benar-benar malu bingung harus kemana ku letakkan hati.. untuk mereka, kuatlah hidup memang kadang tak mudah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: